adminb

Tingkatkan Kompetensi Kesehatan Ternak melalaui Inhouse Training ” Gangguan Metabolik dan penanganannya pada Sapi Perah”

Baturraden, BBPTUHPT Baturraden menyelenggarakan acara Inhouse Training “Gangguan penyakit metabolik dan penanganannya pada sapi perah” dengan narasumber Prof.Dr.drh. Ida Tjahajati,MS di Training Center Taurus, Ds. Munggasari Baturraden. Acara inhouse Training dibuka secara resmi oleh Kepala BBPTUHPT Baturraden drh. Sintong Haposan MT Hutasoit,MSi. (12/2/2020)

Hadir sebagai peserta inhouse Training ini pejabat struktural, fungsional pengawas bibit ternak, medik Veteriner,paramedik Veteriner, dan pengawas mutu pakan. Dalam pembukaan acara Kepala Balai memberikan sambutan dan arahan seluruh peserta untuk aktif baik pada sesi teori dan praktek sehingga mendapatkan teknis penyelesaian tugasnya di Farm. Dengan meningkatkan kompetensi ini diharapkan kinerja BBPTUHPT Baturraden juga meningkat, karena gangguan Perubahan fisiologi dari bunting, beranak, laktasi, merupakan hal yang sangat berat bagi sapi perah. Banyak terjadi perubahan yang berkaitan dengan proses tersebut akan berdampak sangat signifikan, bila kebutuhan metabolismenya tidak tercukupi dengan baik.

Presentasi narasumber Prof.Dr.drh. Ida Tjahajati,MS menyampaikan bahwa sebagian besar kejadian penyakit metabolik ataupun penyakit peripartus pada sapi perah (milk fever, ketosis, retensi plasenta, displacement abomasum) terjadi dalam dua minggu pertama laktasi. Pada periode ini banyak terjadi perubahan-perubahan yang drastis mulai persiapan kelahiran, proses kelahiran, dan pasca kelahiran termasuk mulainya periode laktasi. Terjadi perubahan hormone reproduksi, dan juga stress, yang berpengaruh thd sistem kekebalan tubuh sapi. Hal penting yang terjadi pada periode periparturient adalah keluarnya susu.

Komposisi kolostrum ini berbeda dengan susu normal, terutama kandungan kalsium. (mencapai 2,1 gram/l atau 10 kali lipat dibanding susu normal). “Ketidakseimbangan gizi, kekurangan, atau program manajemen pakan yang kurang tepat pada periode periparturient dapat meningkatkan berbagai jenis masalah kesehatan: terkait kebutuhan makromineral: kalsium, fospor, magnesium, kalium, natrium, klorid, sulfur dll dikategorikan sebagai penyakit metabolik” ungkap Prof Ida.

(Tjn)

Read more

Inhouse Training Judging Pada Sapi Perah Tingkatkan kualitas Bibit dan SDM yang Profesional

Inhouse Training Judging Pada Sapi Perah diselenggarakan pada tanggal 3 sd 4 Februari 2020 di Training Centre Taurus dan farm Balai, dengan narasumber drh. Kurnia Achjadi,MS. Beliau telah lama sebagai praktisi sapi perah Kesehatan Reproduksi dan Anggota Komisi Pertimbangan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sebagai peserta Inhouse Training Judging Pada Sapi Perah dihadiri oleh ASN pejabat struktural dan para fungsional pengawas bibit ternak, medik veteriner, paramedic veteriner, pengawas mutu pakan BBPTUHPT Baturraden. Pemberian materi paparan oleh Drh Kurnia Achjadi MS pada hari pertama kegiatan ini dan kemudian hari kedua pelaksanaan praktek dilapangan di farm Tegalsari BBPTUHPT Baturraden.

Judging pada Sapi sebagai cara penilaian tingkatan ternak disertai beberapa karasteristik penting untuk tujuan tertentu secara subjektif. Dilakukan berdasarkan pengamatan kasat mata (exterieur), perabaan (palpasi) dan pengukuran tubuh dengan alat ukur yang telah distandardisasi secara nasional maupun internasional. Dalam paparannya di Training Center menjelaskan bahwa persyaratan mutu bibit harus sesuai SNI yang sudah berlaku. Syarat umum mutu bibit sesuai SNI seperti:
1. Memiliki surat keterangan tentang RHA ( Registered Holstein Ancestry) untuk sapi Pejantan 100% , sapi betina 87.5% sampai 90%;
2. Memiliki silsilah (pedigree) 2 ( dua) generasi diatasnya;
3. Bebas dari penyakit menular yang dinyatakan dengan surat keterangan dari pejabat berwenang;
4. Tidak memiliki cacat fisik, memiliki alat reproduksi normal, bentuk ideal ( tipe sapi perah seperti baji), memiliki struktur kaki dan kuku yang kuat;
5. Ambing simetris, jumlah puting susu 4, bentuk putting normal;
6. Tidak Memiliki Tanduk (dehorning);
7. Bukan berasal dari kelahiran kembar jantan dan betina ( freemartin).

Drh Kurnia juga menyampaikan bahwa melakukan Penilaian Induk Sapi Perah harus subyektif mungkin sebagai penilai pada lomba atau seleksi bibit. Beberapa penilaian Induk sapi perah yakni Penampilan Umum seperti : Sifat Khas Bangsa/Tipe, Tinggi (Stature) Bagian Depan (Front End),

Punggung (Back),Kaki dan Kuku.
– Sifat perah seperti leher, gumba/pundak/bahu, tulang rusuk, paha *thigh), kulit
– Kapasitas badan seperti dada, badan, lipat paha (flank)
– Kelenjar ambing seperti ambing bagian depan, ambing bagian belakang, penopang ambing, putting, keseimbangan, simetris, kualitas

Read more

Inisiasi Pembuatan Bank Pakan Upaya Bbptuhpt Baturraden Untuk Membentuk Ketahanan Pakan Di Peternak

Inisiasi Pembuatan Bank Pakan Upaya Bbptuhpt Baturraden Untuk Membentuk Ketahanan Pakan Di Peternak

Oleh : Nofaliya Widiyasari
Pengawas Mutu Pakan Terampil di BBPTUHPT Baturraden


Pakan merupakan bagian terpenting dalam usaha peternakan, selain untuk pemenuhan hidup pokok ternak dan berproduksi (menghasilkan produk susu, daging, anak), pakan juga berperan untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak dapat tumbuh sesuai yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus tercukupi baik jumlah maupun kandungan gizinya.

Ketersediaan pakan yang cukup sepanjang tahun dengan harga terjangkau diharapkan dapat mendukung pencapaian efisiensi dan efektivitas, karena biaya penyediaan pakan merupakan komponen terbesar dari total pembiayaan dalam satu usaha peternakan. Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden sebagai unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian yang menangani hijauan pakan ternak menyadari benar bahwa penyediaan pakan ini merupakan masalah yang krusial dalam industri peternakan, utamanya peternakan rakyat yang dalam penyediaan pakan ternaknya hanya bergantung pada ketersediaan pakan yang ada disekitarnya. Kendala yang dihadapi peternak dalam upaya penyediaan pakan adalah hijauan pakan melimpah di saat musim panen dan kekurangan di musim yang lain. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai salah satu alternatif sumber hijauan merupakan salah langkah yang dapat ditempuh. Hal ini didasarkan pada potensi yang dimiliki, yakni produksinya yang sangat besar setiap tahun dan pemanfaatan yang masih kurang. Berdasarkan hal tersebut maka BBPTUHPT Baturraden rutin mengadakan kegiatan Inisiasi bank pakan.

Tumpukan jerami padi yang berlimpah saat musim panen sangat potensial untuk diolah menjadi pakan awetan dalam kegiatan bank pakan
Bank pakan merupakan upaya untuk mengumpulkan dan menyimpan sumber pakan ternak disaat kondisi berlimpah (saat musim penghujan/panen), dengan tujuan pakan yang tersimpan tersebut dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau, atau saat pakan hijauan sulit didapatkan. Seperti halnya lumbung padi, dengan adanya bank pakan ini diharapkan dapat peternak dapat memenuhi kebutuhan pakan ternaknya secara kontinyu baik kualitas maupun kuantitasnya.
Manfaat lain yang didapatkan dari adanya bank pakan ini adalah efisiensi waktu dan tenaga, dibandingkan dengan penyediaan pakan dengan sistem “ngarit”,  jelas bank pakan ini lebih menghemat waktu, karena peternak tidak perlu lagi jauh-jauh mencari rumput, cukup dengan mengambil di gudang penyimpanan pakan yang telah tersedia.
Pakan yang dapat disimpan dalam bank pakan biasanya merupakan pakan awetan, atau pakan hijauan maupun limbah pertanian yang telah diproses/difermentasi menjadi pakan awetan terlebih dahulu, contohnya silase, fermentasi jerami, dan hay. Pakan awetan ini mempunyai daya simpan yang lebih lama dibandingkan dengan pakan segar, selain itu pakan yang telah diolah menjadi silase, hay, ataupun fermentasi jerami ini memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik daripada pakan segar. Dengan demikian selain menjadi solusi untuk ketersediaan pakan sepanjang tahun, bank pakan ini juga menjadi solusi untuk menyediakan pakan ternak yang bergizi/berkualitas tinggi.

Program Inisiasi Bank Pakan yang dicanangkan oleh BBPTUHPT Baturraden ini dimulai pada tahun 2017. Ir. Sugiono selaku kepala balai yang menjabat saat itu mengemukakan, sebagai negara agraris Indonesia memiliki banyak lahan sawah yang menghasilkan limbah berupa jerami. Ditengah terbatasnya lahan untuk menanam hijauan pakan ternak, pemanfaatan jerami perlu dioptimalkan. Kabupaten penerima kegiatan inisiasi pembuatan bank pakan pada saat itu meliputi Kabupaten Purbalingga, Rembang, Blora, Pati, Jepara, Grobogan, Wonogiri, Brebes, Sleman, Cirebon dan Kabupaten Pasuruan.

Tahun 2018 dan 2019, Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh. Sintong HMT Hutasoit, M.Si melanjutkan kegiatan bank pakan tersebut dan bahkan memperluas wilayah kabupaten penerima kegiatan bank pakan ini.

Data daerah penerima inisiasi pembuatan bank pakan tahun 2019 ini meliputi Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan program bank pakan ini diantaranya Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Semarang, Brebes, Rembang, Blora, dan Pati, sedangkan untuk provisni Jawa Timur meliputi Kabupaten Tulungagung, Nganjuk, Mojokerto, dan Blitar. Provinsi jawa barat kegiatan bank pakan tahun ini tersebar di dua kabupaten yaitu Kabupaten Cirebon dan Bandung Barat, pun dengan Daerah Istimewa Yogyakarta pelaksanaan kegiatan inisiasi bank pakan juga hanya ada di dua kabupaten yaitu di Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo. BBPTUHPT Baturraden pada tahun 2019 selain melaksanakan kegiatan inisiasi bank pakan, juga melakukan kegiatan monitoring bank pakan ke kelompok penerima manfaat kegiatan bank pakan pada tahun sebelumnya. Kelompok tani ternak Wira Sejati yang beralamat di Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kelompok yang menerima manfaat kegiatan bank pakan pada tahun 2018 dan sampai saat ini kelompok tersebut masih melanjutkan pembuatan fermentasi jerami untuk disimpan dalam bank pakan. Menurut ketua kelompok tani ternak “wira sejati”, “bank pakan ini sangat membantu, utamanya dalam penyediaan pakan ternak baik secara jumlah maupun kualitasnya”. Seperti contohnya saat musim kemarau peternak tidak perlu kuatir kekurangan pakan ternak, maupun saat hujan dan peternak tidak bisa mencari rumput maka pakan ternak cukup diambilkan dari gudang bank pakan yang telah tersedia. Kelompok ternak berharap BBPTUHPT Baturraden dapat senantiasa mendampingi peternak dalam inovasi-inovasi pengelolaan pakan ternak peternak rakyat agar ketahanan pakan ternak peternak kita dapat terwujud.

Tumpukan fermentasi jerami di kelompok tani ternak wira sejati masih melaksanakan kegiatan bank pakan sampai saat ini Tahun 2018.

Kegiatan inisiasi bank pakan yang difasilitasi oleh BBPTUHPT Baturraden juga dilaksanakan di beberapa wilayah diantaranya Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Jepara, dan Pati untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah. Provinsi Jawa Barat dilaksanakan di Kabupaten Kuningan dan Cirebon, sedangkan untuk wilayah Jawa Timur dan DIY dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan, Tuban, Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.

Kegiatan inisiasi bank pakan yang dilakukan oleh BBPTUHPT Baturraden ini dimulai dari berkoordinasi dengan dinas pertanian atau peternakan setempat terkait kegiatan inisiasi bank pakan, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktek pembuatan fermentasi jerami, serta pemberian bantuan berupa prebiotik, pupuk urea, dan sejumlah uang untuk penggantian pembelian/pengadaan jerami untuk pembuatan fermentasi jerami sebanyak 10 ton jerami di kelompok2 ternak yang telah ditunjuk. Selain pemberian bantuan berupa prebiotik, dan urea BBPTUHPT Baturraden dalam kegiatan inisiasi bank pakan ini juga memberikan bantuan berupa bibit hijauan pakan ternak yaitu bibit tanaman indigofera. Pemberian bantuan bibit tanaman indigofera ini diharapkan juga bisa membantu peternak dalam menyediakan pakan hijauan yang berkualitas dan mencukupi dari sisi jumlahnya.

 

 

 

 

Gambar . Pemberian bantuan prebiotik dan bibit tanaman pakan indigofera dalam rangka kegiatan inisiasi bank pakan.

Read more

Tingkatkan mutu produk dan layanan, BBPTUHPT Baturraden pelatihan penyusunan ISO 9001:2015 terintegrasi dengan ISO 37001 : 2016

Baturraden, 26 s.d 29 November 2019 BBPTUHPT Baturraden menyelenggarakan pelatihan penyusunan ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu Terintegrasi ISO 37001 : 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di kantor utama BBPTUHPT Baturraden dengan mengundang narasumber I Made Dwi Antara, SH dari PT Garuda Consultant. Yang hadir dalam kegiatan ini sebagai peserta pelatihan penyusunan ini Kepala Bagian Umum, Kepala Bidang PI, Kepala Bidang Pelayanan Pembibitan, Kasie Pemasaran, Kasie Sarana Prasarana, Sekretariat ISO, dan anggota AMI. Pelatihan selama 4 hari ini menyusun ISO 9001:2015 terintegrasi ISO 37001:2016.

Penyusunan ISO 9001:2015 perlu memperhatikan beberapa hal-hal penting, untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat. Disamping itu, komitmen pelayanan bebas bersih melayani menjadi hal utama. Komitmen untuk bebas dari korupsi dan tidak ada suap kepada pejabat BBPTUHPT Baturraden. Kami siap memberikan pelayanan sesuai harapan masyarakat, agar layanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pada ISO.  Salah satu tujuan penerapan  Sistem Manajemen Mutu adalah standar pelayanan prima dapat dibuat benchmark-nya, sehingga dapat menjadi patokan pelayanan prima yang akan dicapai. Semua unsur-unsur institusi dapat memahami target secara komprehensif.

Setelah ditetapkannya ISO 9001:2015 terintegrasi maka perlu melaksanakan audit Internal secara periodik. Audit Internal dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja sistem manajemen mutu diseluruh bagian.

Read more

Inisiasi Pembuatan Bank Pakan diwilayah, solusi pakan musim kemarau panjang

Untuk memberikan solusi pakan disaat musim kemarau panjang ini,  BBPTUHPT Baturraden menerjunkan timnya ke wilayah untuk melaksanakan Inisiasi Pembuatan Bank Pakan yakni fermentasi Jerami. Kegiatan inisiasi pembuatan bank pakan diwilayah dilaksanakan pada bulan November ini.

Kegiatan inisiasi pembuatan bank pakan dilaksanakan di beberapa Kabupaten sebanyak 25 Kelompok peternak yang akan menerima kegiatan tersebut. Seperti pada gambar tersebut yang dilaksanakan di Kabupaten Grobogan. Tepatnya di Kelompok ternak Ngudi Rahayu 2 desa Mojorebo Kec. Wirosari.  Sebagai ketua tim BBPTUHPT Baturraden adalah Joko Purwanto yang bersama-sama mendemokan pembuatan fermentasi dipeternak.(19/11)

“Selain inisiasi pembuatan bank pakan di kelompok, kami juga melakukan monitoring inisiasi bank pakan pada tahun 2018 di kelompok lainnya yakni kelompok Margo Rukun di desa Tambahrejo dan kelompok lainnya di wilayah ” ujar Joko Purwanto dilokasi.

Joko menyampaikan bahwa BBPTUHPT Baturraden juga memberikan bantuan dana penggantian jerami, urea, probiotik dan bibit andalan yakni Indigofera. “Harapannya indigofera dapat dikembangkan oleh peternak meningkatkan produksi Hijauan pakan yang lebih bernutrisi ” ungkap Joko.

Tiap tahun BBPTUHPT Baturraden melaksanakan kegiatan inisiasi bank pakan di wilayah agar peternak dapat memanfaatkan secara maksimal limbah pertanian dan tidak membakarnya dengan sia sia. Bank pakan pun dapat mencukupi persediaan pakan di wilayah sehingga peternak dapat tenang dan sapi pun berkembang sehat.

Dukungan semua pihak dalam kegiatan ini bersama pihak Dinas Peternakan Kabupaten sehingga kegiatan berjalan lancar. Bank pakan adalah solusi terbaiknya.

Read more

Evaluasi Penyaluran Bantuan Biaya Kandang Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera

BBPTUHPT Baturraden menyelenggarakan acara pertemuan Evaluasi Penyaluran Bantuan Biaya Kandang Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Tahun 2019 Kabupaten Grobogan dan Pemalang pada November 2019. Kepala BBPTUHPT Baturraden memberikan Sambutan dalam acara yang dihadiri oleh tim bekerja BBPTUHPT Baturraden, tim teknis dinas peternakan dan keswan kab pemalang, tim teknis dinas pertanian kab grobogan dan para koordinator UPKK di Kab Grobogan dan Pemalang.
.
Dalam sambutan kepala balai menyampaikan ucapan terima kasih kepada para UPKK yang telah membantu menyalurkan bantuan biaya pembuatan kandang tersebut kepada RTMP penerima manfaat.

Read more

Program BEKERJA Kementerian Pertanian 2019

Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Kementerian Pertanian tahun 2019
di Kabupaten Grobogan. Tepatnya di desa Dimoro, Kec. Toroh.

Acara dihadiri Bupati Grobogan, Direktur Perbibitan Ir. Sugiono, MP mewakili Dirjen Peternakan dan Keswan, Pakar Pendamping Bekerja Kementerian Pertanian, Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit, MSi , TP4D Kejaksaan Negeri Purwokerto, dan tamu undangan Dinas provinsi, Kabupaten dan Para Tenaga pendamping, serta tim Bekerja BBPTUHPT Baturraden

Read more

“AREVY”

Sebuah kata yang belum familiar, namun cukup menarik untuk diperkenalkan. AREVY adalah salah satu aktualisasi perubahan di BBPTU HPT Baturraden. Arevy sebuah sistem pakan yang terintegrasi, untuk informasi penimbangan hasil produksi hijauan pakan ternak yang realtime.

Tujuan dari proyek perubahan ini untuk mengurangi kesalahan input data/human error dan juga memastikan ketersediaan pakan ke depan. Sistem baru “AREVY” hari ini, Jumat 5 September 2019 diluncurkan oleh Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit,MSi di lokasi penimbangan farm balai. Peluncuran Arevy memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kinerja produksi dan kinerja SDM secara maksimal. Pada peluncuran diperkenalkan disaksikan secara langsung oleh seluruh pegawai BBPTUHPT Baturraden.

Peluncuran Arevy di farm sapi Limpakuwus, di awali dengan sambutan dari Ka.Balai, drh.Sintong HMT Hutasoit, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penimbangan HPT . Dalam sambutannya, drh.Sintong HMT Hutasoit berharap dengan sistem realtime “AREVY” ini memudahkan pendataan dan memonitor produksi hijauan pakan ternak sehingga selalu memberikan data akurat dan tepat setiap saat.

Sistem ini akan memberikan laporan penimbangan HPT secara online dan realtime ke Kepala Balai, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Koordinator Farm, Koordinator Fungsional dan Pengawas lapangan. Apabila jumlah total penimbangan belum mencukupi kebutuhan untuk masing – masing farm, maka akan muncul notifikasi jika jumlah HPT belum tercukupi. Dengan notifikasi ini diharapkan pemangku kebijakan segera bisa mengambil langkah sehingga kebutuhan pakan tetap terpenuhi sesuai minimal kebutuhan.

 

Read more

Gelar Potensi Peternakan dan Gebyar SIWAB Jateng

Rembang, Bulan Bakti Peternakan Tahun 2019 banyak diselenggarakan kegiatan diberbagai daerah, seperti yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yakni “Gelar Potensi Peternakan dan Gebyar SIWAB Jawa Tengah Tahun 2019” di GOR Rembang tanggal 25 September 2019. Berbagai komoditas unggulan peternakan dihadirkan dalam acara ini seperti ternak Sapi PO Kebumen, Sapi Brangus, Domba Wonosobo, Domba Batur, Kambing PE Kaligesing, dan Ayam Kedu. Pada acara yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 24 – 25 September 2019 menggelar stand pameran dan lomba-lomba kontes ternak sapi, domba, kambing, dan burung. BBPTUHPT Baturraden berpartisipasi menggelar stand pameran dilokasi kegiatan Gelar Potensi Peternakan dan Gebyar SIWAB Jawa Tengah Tahun 2019.
Pada acara puncak Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Drh I Ketut Diarmita,MP berkeliling kelokasi acara yang didampingi Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit , Kepala BBVet Wates Drh. Bagoes, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Ir.Lalu, Kepala Dinas Peternakan Kab. Rembang mengunjungi seluruh komoditas peternakan yang ada. Dan yang paling dibanggakan yakni sapi-sapi kelahiran dan sapi Bunting Program UPSUS SIWAB Jawa Tengah tahun 2019.
Dalam acara puncak juga digelar Gerakan Gemar Minum Susu bersama siswa-siswa SD dan gemar makan telur. Susu dan Telur sebagai makanan protein hewani untuk menjadi makanan sehari-hari yang penuh gizi. Selanjutnya acara pemberian piala-piala kepada Peternak yang menjuarai lomba kontes ternak. Partisipasi UPT Kementerian Pertanian pada Stand Pameran BBPTUHPT Baturraden, Balai Embrio Ternak Cipelang, Balai Besar Veteriner Wates, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan BPTP Jawa Tengah untuk memberikan informasi pelayanan unggulan masing2 dan inovasi teknologi kepada para peternak dan masyarakat. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan berharap bahwa ke depan program SIWAB terus berjalan aktif untuk meningkatkan populasi ternak secara cepat.

#gebyarsiwab #siwabjateng #bbpptuhptbaturraden #pameran #baturraden #KementerianPertanian

Read more

Exavator Bekerja 24 jam untuk Pangan, 8 jam per Shift demi 14 Trilliun

Capaian Kementerian Pertanian yang spektakuler dinilai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah buah dari kerja keras segenap jajaran Kementan yang sejak dipimpinnya bertekad untuk memajukan pertanian tanah air.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Amran selalu berpesan kepada seluruh jajaran Kementan untuk terus bekerja keras dalam mewujudkan swasembada dan kesejahteraan petani.

“Kami siap bekerja 24 jam untuk mewujudkan swasembada dengan terus meningkatkan produksi komoditas pertanian,” tegas Amran.

Amran menegaskan maksud dari 24 jam ini bukan berarti petani atau pegawai tidak pernah tidur, tapi bagaimana kami sebagai aparatur siap melayani petani jika dibutuhkan. Kalau saat mengolah lahan misalnya setiap petani bisa sambil bergantian antara petani satu dengan yang lainnya, tetapi alat mesin pertanian nya tidak boleh berhenti atau terus bekerja untuk mengolah. Hal lain misalnya pelayanan dalam pengurusan ekspor, itu sudah pasti tidak boleh berhenti atau layanan 24 jam dalam 7 hari.

“Layanan ekspor kan sudah on-line, jadi tidak perlu pegawainya menunggu sampai dengan 24 jam tidak tidur, biar server nya terus berkerja 24 jam petugasnya tinggal mengontrol dari jauh, memantau dan mengawasi selama 24 jam, “ tegas Amran.

Dalam dialog dengan Gapoktan di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan 28 Agustus 2019. Mentan Amran meminta petani agar bekerja mengawal agar Alsin bantuan 24 Jam. Maksudnya 24 jam kerja adalah Mesin exavator kerja 3 shift, dengan 8 jam per shift, yang selama dikerjakan di lokasi ini ini hanya kerja 1 shift atau mubazir alsintan yang telah dibagikan ke petani karena tidak optimal.

Mentan Amran berharap target yang dicanangkan untuk membuka lahan seluas 200.000 hektar lahan rawa di Sumsel bisa segera direalisasikan.

“Target pembukaan lahan rawa di Sumsel 200.000 hektar. Jika ini tercapai, maka Sumsel bisa meningkatkan penghasilan sebesar Rp 14 triliun,” tegas Amran saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Rabu (28/8/2019).

Selama ini, untuk mendapatkan hasil yang maksimal kecepatan dalam melaksanakan pekerjaan tentu harus dimaksimalkan, Mentan Amran mengibaratkan jika kita lomba balapan mobil, pasti yang dituju oleh setiap pembalap adalah juara pertama. Tidak ada pilihan selain menginjak pedal gas untuk tetap dalam kondisi kecepatan tinggi, tetapi tentunya dengan kehati-hatian dan kontrol yang baik agar tujuan yang dituju tercapai dengan sempurna.

Mentan Amran juga menegaskan tentang program-program yang telah dijalankannya selama periode lima tahun seperti pemanfaatan alat mesin pertanian untuk mengolah lahan, menanan benih, panen dan pasca panen, bantuan benih, bantuan pupuk melalui program Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung dan Kedelai serta Optimalisasi Alat Mesin Pertanian (OPSIN). Program lainnya yaitu Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB), Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA), Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI). Program ini semua dilakukan untuk mencapai Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045 serta meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Semua program tersebut saya pantau setiap hari atau 24 jam, bahkan kemarin kami hari Selasa sampai dengan Kamis, kami di lahan rawa dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, untuk melihat langsung kemajuan pelaksanaan program SERASI di tiga Kabupaten yaitu Banyuasin, Ogan Kemilir Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin. Saya tugaskan Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen PSP untuk selalu memantau perkembangannya, kalau perlu para Dirjen tersebut tidur di rumah-rumah penduduk agar mereka juga merasakan apa yang dirasakan oleh para petani, “ tutur Amran.

Pandangan terhadap kinerja Menteri Amran juga terlontar dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, “Indonesia masih butuh sosok Mentan Amran, “ ujar Deru.

Alasan Deru bukan isapan jempol semata. Terbukti Kementan dibawah kepemimpinan Mentan Amran ini berhasil mengantarkan Sumatera Selatan sebagai penyumbang pangan nasional di urutan ke lima dimana sebelumnya peringkat delapan.

“Alhamdulillah peningkatan Sumsel luar biasa, produksinya naik 1.6 juta ton sejak Pak Amran di lantik menjadi Menteri, jadi Beliau itu memang pekerja keras dan melayani, “ tutur Deru.

sumber: PPID Kementan

Read more