Berita

Gerakan Obor Pangan Lestari (OPAL), pangan mandiri di rumah kita

Baturraden, Pada tanggal 26 Juli 2019 Kepala BBPTUHPT Baturraden drh.Sintong Haposan MT Hutasoit ,MSi mencanangkan Gerakan Obor Pangan Lestari (OPAL). Bersama seluruh karyawan/karyawati menanam sayurannya dilahan pekarangan BBPTUHPT Baturraden dan kemudian memanennya.

Gerakan OPAL adalah gerakan penanaman sayuran dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki di sekitar area perkantoran dengan menanam berbagai komoditas sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Melalui OPAL Kementerian Pertanian mengajak masyarakat dalam hal pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

“OPAL dalam rangka memberikan contoh kepada masyarakat dalam hal pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga” ungkap Kepala BBPTUHPT Baturraden pada saat memanen sayur bersama.

Gerakan OPAL Kementerian Pertanian mengajak seluruh Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian, dan Dinas Provinsi, Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian dan/atau pangan. Kedepan OPAL ini akan dilaksanakan secara masal dengan melibatkan masyarakat dalam bentuk Gerakan Masyarakat (Germas) OPAL. OPAL diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10 Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 10
Tahun 2019 tentang Obor Pangan Lestari Tahun 2019. Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat diharapkan untuk suksesnya gerakan OPAL ini.

Read more

Pertemuan Koordinasi Uji Zuriat Sapi Perah Nasional Periode III Tahun 2019

Purwokerto, BBPTUHPT Baturraden menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Uji Zuriat Sapi Perah Nasional Tahun 2019 pada tanggal 25 – 26 Juli 2019 di Hotel Aston Purwokerto. Sambutan Kepala BBPTUHPT Baturraden mewakili Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak dan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pertemuan ini (25/7). Pertemuan koordinasi uji zuriat sapi perah nasional dihadiri Komisi Pertimbangan (Dr. Kurnia Achjadi, MS dan Dr. Chalid Talib), perwakilan Direktorat Perbibitan, Sekretariat ISikhnas, BBIB Singosari, Kepala BBVet Wates (drh. Bagoes Poermadjaja,MSc), BIB Lembang, BET Cipelang, Dinas yang membidangi peternakan Provinsi dan Kabupaten, serta para rekorder KUD/Koperasi Susu.

Dalam sambutan Kepala BBPTUHPT Baturraden : “Uji Zuriat memiliki tujuan yang mulia yaitu untuk meningkatkan mutu genetik sapi perah Indonesia, menghasilkan pejantan unggul sapi perah holstein Indonesia, meningkatkan pelaksanaan sistem pencatatan (rekording) sapi perah dan secara bertahap mengurangi impor pejantan unggul sapi perah” ungkap Kepala BBPTUHPT Baturraden drh. Sintong HMT Hutasoit, MSi. Pelaksanaan kegiatan Uji Zuriat Sapi Perah Nasional yang dimulai dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2018 telah me-launching tiga belas (13) ekor pejantan Unggul (Bullionary, Farrel, Filmore, Formery, Flaunt, Florean, Fokker dan Hostromsy, Goldsy, Perfentvil, Fortuner, SG. Gabe dan SG. Bolton). Sedangkan pada periode III, kegiatan uji zuriat menguji tujuh Calon Pejantan Unggul (CPU) yaitu : Folegan, Glens, Flanggo, Dominggo, Shoty, Flate dan Aris) untuk dapat di launching pada akhir tahun 2020.

Pada tahun 2018 pelaksanaan kegiatan Uji Zuriat Sapi Perah Nasional periode III dilaksanakan pada empat Provinsi. Jumlah alokasi Participated Cow (PC) di ke-empat provinsi tersebut adalah 6.170 ekor, dengan rincian di Jawa Barat 2.240 ekor, Jawa Tengah 1.300 ekor, DIY (Sleman) 600 ekor, dan Jawa Timur sebanyak 2.030 ekor. Kepala BBPTUHPT Baturraden menyampaikan bahwa melalui program Uji Zuriat ini adanya lompatan produksi susu sapi di lokasi pelaksanaan uji zuriat, walaupun pertumbuhan populasi sapi perah di Indonesia tidak terlalu signifikan. Sejak tahun 2004 sampai dengan sekarang terlihat adanya peningkatan produksi susu dari 10,8 liter per ekor per hari dalam 305 hari laktasi (2004) menjadi 12,6 liter per ekor per hari setelah adanya kegiatan ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Uji Zuriat memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia. Hal ini merupakan buah kinerja kita semua yang perlu mendapatkan apresiasi.

Namun, perjalanan Uji Zuriat sapi Perah ini masih lama, masih 1,5 tahun menuju launching di 2020. Keberhasilan yang sudah dicapai saat ini merupakan batu loncatan agar produksi sapi perah menjadi lebih baik ke depan. Keberhasilan kegiatan uji zuriat sapi perah nasional sampai tahun 2020 sangat tergantung dari perolehan data yang akurat, baik dan benar yang meliputi catatan IB, pertumbuhan berat badan (PBB), produksi susu DC dan produksi pembandingnya (contemporary comparison). Tantangan terbesar adalah menjaga agar DC dari masing-masing CPU dapat dipertahankan dan tercatat semua produksi susunya sampai akhir tahun 2020. Sehingga, masing-masing yang terlibat hendaklah memahami kunci keberhasilan Uji Zuriat periode III ini, yaitu pemberdayaan rekorder, komitmen peserta uji zuriat, dan komunikasi yang intensif antar instansi terkait.

 

 

 

 

 

Pemberdayaan rekorder di tingkat lapangan sebagai ujung tombak sesuai tugas dan fungsinya perlu diperkuat agar data-data yang diperlukan dapat tersedia dengan baik. Sementara itu, komitmen, konsistensi peserta uji zuriat baik pemerintah dan koperasi perlu dijaga, serta koordinasi dan komunikasi yang intensif antara stakholders terkait, yaitu Ditjen PKH, UPT, Dinas Provinsi, Dinas kabupaten, Koperasi serta swasta perlu dibangun.  Mengakhiri sambutannya, Direktur Perbibitan mengajak kita untuk tingkatkan kontribusi pembangunan peternakan sebagai faktor pengerak ekonomi dan pembangunan daerah dengan meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif komoditas susu yang kita miliki, dengan demikian akan menjadi sebuah keniscayaan komoditas ternak kita sebagai lumbung pangan dunia di masa mendatang. Momentum acara Koordinasi Nasional Uji Zuriat Periode III ini dapat dijadikan sebagai upaya terus menerus untuk memperjuangkan nasib peternak-peternak agar berkembang usahanya dan sejahtera.

Hasil rumusan pertemuan ini akan ditindaklanjuti dalam pelaksanaan teknis pada masing-masing wilayah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  (Download)

#Ujizuriat #Pertaniankita #peternakanindonesia #pertemuan #BBPTUHPT #KementerianPertanian #bibitunggul #pejantanunggul

 

Read more

Tingkatkan kinerja produksi perbibitan dalam Focus Group Discussion (FGD)

Baturraden, BBPTUHPT Baturraden menyelenggarakan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pakar peternakan sebagai pendamping UPT BBPTUHPT Baturraden.  Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka peningkatan kinerja Balai pembibitan ternak unggul BBPTUHPT Baturraden pada tanggal 18-19 Juli 2019 di Ruang Rapat Balai. Kegiatan pada hari I (pertama)  dilakukan dengan kunjungan dan pemantauan lapangan ke farm kambing perah dan sapi perah di Limpakuwus, farm sapi perah Tegalsari, dan farm rearing unit Manggala, Cilongok.

Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong Haposan MT Hutasoit,MSi membuka acara secara resmi dan sekaligus sambutan atas kehadiran Tim Pakar Pendamping Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dan peserta FGD. Tim pakar yang hadir dalam FGD ini Dr. Muhammad Imron,SPT, MSi, Prof.Dr. Drh.Bambang Sumiarto,SU,MSc , Dr. Ir. Denie Heriyadi,SU, Sutaryono,SST dan Drh. Deddy Fachrudin.

Para peserta FGD pejabat struktural, koordinator farm dan juga beberapa dari perwakilan pejabat fungsional wastukan, Wasbitnak, Medik Veteriner, dan Paramedik Veteriner. Para pakar memberikan masukan dan saran pertimbangan dari hasil pemantauan dan pengamatan di seluruh Farm Balai ini. Secara garis besar dari Aspek Kesehatan Hewan yakni program manajemen kesehatan hewan perlu memperhatikan program kesehatan serta program pengendalian dan penanggulangan penyakit pada ternak, pencegahan penyakit reproduksi agar lebih memperhatikan pada penyakit leptospira berdampak pada kejadian keguguran. Aspek lainnya aspek perbibitan dan aspek pakan yakni :

  1. BBPTUHPT Baturraden mempunyai tugas dan fungsi untuk memproduksi Bibit Ternak. Produksi susu digunakan untuk mengukur mutu bibit yang dihasilkan.
  2. Penanganan cempe harus dilakukan perubahan manajemen pemeliharaan, yaitu dengan penyapihan/pemisahan dari induk dilakukan setelah 3 bulan.
  3. Untuk menghindari potbelly pada cempe, mulai lahir sampai minggu ke 3 cukup diberikan ASI, kemudian setelah umur 3 minggu diberikan ASI dan dilatih pemberian konsentrat. Setelah  minggu ke 7 diberikan ASI, konsentrat dan dilatih pakan hijauan.

Dari masukan dan saran tersebut dituangkan sebagai rumusan hasil pertemuan FGD untuk acuan seluruh jajaran lingkup Balai dalam meningkatkan kinerja perbibitan dan produksinya. Dan yang tak kalah penting akan meningkatkan Biosecurity Balai karena BBPTUHPT Baturraden telah ditetapkan sebagai wilayah Kompartemen Bebas Brucellossis oleh Menteri Pertanian.

Galeri Kegiatan Lapang Pakar Pendamping Ditjen Peternakan dan Keswan:

Read more

Sosialisasi Penyaluran Bantuan Biaya Pembuatan Kandang Kegiatan Bekerja Tahun 2019 di Kabupaten Pemalang dan Grobogan

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum

Semarang,  BBPTUHPT Baturraden melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Biaya Pembuatan Kandang Kegiatan Bekerja Tahun 2019 di Kab Pemalang dan Grobogan di Gedung pertemuan Hotel Aston, Semarang. (20/6)

Sosialisasi ini sebagai rangkaian proses pelaksanaan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) Tahun 2019, yang mengundang seluruh petugas tim teknis daerah pelaksana Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera dari Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Acara Sosialisasi secara resmi dibuka oleh Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh. Sintong Haposan MT, Hutasoit,MSi, dan sambutan dalam acara ini oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Tengah.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, keramaian

Hadir dalam acara ini dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prop Jateng, Dinas Peternakan Kab. Pemalang, Dinas Peternakan Kab. Grobogan, Dinas Sosial Kab.Grobogan dan Pemalang, tim TP4D Kejaksaan Negeri Purwokerto, petugas Bank BRI, dan Koordinator seluruh UPKK desa Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Grobogan di wilayah Penerima Bantuan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Berbasis Pertanian Tahun 2019.

Pemberian bantuan pemerintah dalam program BEKERJA di kab Grobogan ada 5 kecamatan di 56 desa dengan 13.510 RTMP dan di Kab Pemalang ada 2 kecamatan ut 12 desa dengan 3.055 RTMP. Bantuan berupa pembuatan kandang,ayam,obat dan pakan akan dibagikan kepada Rumah Tangga Miskin Berbasis Pertanian yang dikawal dari TP4D Kejaksaan Negeri Purwokerto.

Rangkaian pertemuan sosialisasi ini dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama untuk bantuan kandang dengan Bank BRI cabang Pemalang dan Grobogan dalam upaya pencairan anggaran kepada seluruh UPKK desa penerima bantuan nantinya.

Gambar mungkin berisi: 4 orang

Semoga proses pembiayaan berjalan lancar dan pelaksanaan pembuatan kandang ayam tepat waktu sesuai perencanaan dan komitmen bersama.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Read more

Koordinasi kegiatan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#Bekerja) Tahun 2019 bersama Bupati Grobogan

Grobogan – Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit beserta Tim Bekerja bertemu langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni, SH MH dalam rangka perkembangan kegiatan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Kabupaten Grobogan. (23/5)

Bupati Grobogan mengapresiasi dan mendukung program ini untuk berjalan lancar. Program Pemerintah ini yg bertujuan menurunkan angka kemiskinan di Kab Grobogan. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Kementerian Pertanian yang masuk ke wilayah Kab. Grobogan. Hal ini menunjukkan bahwa kab Grobogan mendapat perhatian dari pemerintah.” Ungkap Sri Sumarni.

Read more

Sosialisasi program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#Bekerja) Tahun 2019 BBPTUHPT Baturraden

Penyelenggaraan Sosialisasi Kegiatan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#Bekerja) berbasis Pertanian Tahun 2019 pada BBPTUHPT Baturraden di 2 Kabupaten yakni Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pemalang . Program Bekerja Tahun 2019 merupakan keberlanjutan Program Kegiatan Kementerian Pertanian untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia berbasis Pertanian. Penerima program Bekerja ini untuk rumahtangga miskin dengan diberikan bantuan berupa Ayam, Pakan ternak dan vitamin.

Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh. Sintong Haposan MT Hutasoit,MSi memberikan sambutan dan sebagai narasumber dalam pertemuan ini. Pelaksanaan Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Jateng diwakilkan Kepala Bidang Budidaya Ir. IgN. Haryanta Nugraha,MSi, perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Grobogan drh. Nur Ahmad Wardiyanto, MM, perwakilan pada Dinas Sosial Grobogan, Camat, Polres, Kodim, Polsek, Koramil, dan Kepala desa calon penerima bantuan serta tim #Bekerja.

Dalam presentasinya, Kepala BBPTUHPT Baturraden berharap kerjasama seluruh pendamping baik dari Dinas hingga Perangkat desa untuk mensukseskan kegiatan Bekerja di Kabupaten Grobogan dan Kab. Pemalang. Setelah kegiatan sosialisasi langsung dilakukan verifikasi data calon penerima bantuan ayam.

Data awal calon penerima merupakan data yang berasal dari BDT Kementerian Sosial,  dari 19 kecamatan yg ada di Grobogan, 5 kecamatan (48 desa) yang akan menerima bantuan program #bekerja Kementerian Pertanian Tahun 2019. Hasil verifikasi data  akan segera dilaporkan ke Kementerian Pertanian untuk proses kegiatan selanjutnya.

Read more

Panen Pedet Sapi Jabres, Semangat Peternak Lestarikan Sapi Lokal

Hari ini senyum gembira peternak sapi Jabres dalam Panen Pedet Sapi Jabres di Kabupaten Brebes tepatnya di wilayah sumber bibit sapi Jabres yakni di Kecamatan Bantarkawung.  Acara Panen Pedet dihadiri Bupati Brebes, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Syamsul Ma’arif, MSi  dan Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit, MSi (2/4 ).

Sapi Jabres adalah nama populer yang berasal dari singkatan Sapi Jawa Brebes dan merupakan aset ternak lokal khas Kabupaten Brebes yang telah dibudidayakan oleh masyarakat secara turun temurun di Kabupaten Brebes. Sapi ini telah terbukti dapat memberikan tambahan pendapatan pada rumah tangga petani dan limbahnya merupakan sumber pupuk organik guna mendukung budidaya pertanian. Pemerintah Kabupaten Brebes berupaya secara terus-menerus untuk menjaga, melestarikan dan sekaligus mengembangkannya.

Kementerian Pertanian telah menetapkan Sapi Jabres berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2842/Kpts/LB.430/8/2012 tanggal 13 Agustus 2012, Sapi Jabres sebagai salah satu rumpun sapi lokal, dan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia, harus dilindungi dan dilestarikan.

Sapi Jabres memiliki keseragaman bentuk fisik, kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan, dan ciri khas yang berbeda dengan rumpun sapi asli atau lokal lainnya.

Dalam acara panen ini juga dilaksanakan penyerahan realisasi Klaim Asuransi Usaha Ternak Sapi, yang diserahkan secara langsung oleh Direktur Kesmavet mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Bupati Brebes dan Kepala BBPTUHPT Baturraden kepada Peternak peserta asuransi.

Asuransi Usaha Ternak Sapi memiliki manfaat yang besar bagi peternak karena memberikan perlindungan terhadap kerugian atas kejadian yang menimpa sapi karena kematian sapi dikarenakan penyakit, atau karena pencurian.

Read more

Panen jagung melimpah, Kementerian Pertanian gandeng perusahaan pakan serap jagung petani Blora

BLORA, hamparan jagung dilahan seluas 300 Ha, petani jagung tersenyum gembira saat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. I Ketut Diarmita dengan didampingi Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit dan Direktur Pakan Kementerian Pertanian bersama dengan Bupati Blora Djoko Nugroho menghadiri acara panen raya jagung tepatnya di kawasan hutan milik Perhutani KPH Kalisari Jati Gong Desa Jatiklampok Kecamatan Banjarejo, Selasa (19/02).

Hari ini Dirjen Peternakan dan Keswan I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa kehadirannya dalam acara panen raya jagung ini, ditugaskan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengawal dan menjembatani kerjasama pemanfaatan jagung hasil panen raya petani oleh peternak ayam, melalui peran Bulog di tengahnya.

“Petani yang harus kita bina di sini ada dua, yaitu petani jagung dan peternak ayam, sedangkan kami pemerintah ini di tengah-tengah mereka yang harus mengayomi keduanya”, kata I Ketut Diarmita.

    I Ketut berharap petani jagung dan peternak ayam mandiri dapat menikmati masa panen raya jagung saat ini melalui mekanisme distribusi dan tata niaga yang baik.

Pada acara panen ini, Bupati Blora Djoko Nugroho turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), para perusahaan pabrik pakan (feed meal), peternak ayam petelur (layer) mandiri yang disaksikan oleh Satgas Pangan dan Bulog Divre Jateng.

Ia jelaskan bahwa dalam pakan unggas, jagung merupakan komponen penting karena berkontribusi sekitar 40-50 persen dalam formulasi pakan, sehingga menurutnya ketersediaan jagung sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha peternakan.

Lebih lanjut I Ketut menjelaskan dasar aturan yang digunakan sebagai pedoman harga jagung adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018 Tentang Harga Acuan Pembelian Di Tingkat Petani Dan Harga Acuan Penjualan Di Tingkat Konsumen. Dalam Permendag ini harga pembelian jagung di tingkat petani dengan kadar air 15% sebesar Rp. 3.150/kg dan harga acuan penjualan di industri pengguna (sebagai pakan ternak) Rp 4.000/kg.

Bupati Blora gandeng Investor untuk kerjasama menerima jagung petani berkelanjutan

Di lokasi sama Bupati Blora DJoko Nugroho menyampaikan, bulan Februari dan Maret ini merupakan puncak panen raya jagung di Kabupaten Blora, meskipun menurutnya pada akhir bulan Januari petani sudah banyak memanen jagungnya.

Laporan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora untuk tahun 2018 luas panen jagung di Kabupaten Blora 70.319 Ha yang tersebar di 16 Kecamatan, dengan rata-rata produktivitas 5,8 ton per Ha.

Lebih lanjut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora melaporkan bahwa luas panen jagung tahun 2018 seluruh Kecamatan Banjarrejo sendiri 2.548 Ha (luas panen Februari 1.388 Ha dan Maret 1.215 Ha), dengan produktivitas 7 – 7,5 ton per hektar. Sedangkan luas hamparan jagung di lokasi acara panen saat ini 160 Ha dari total 300 Ha yang dimiliki oleh beberapa kelompok tani.

“Saya berharap harga jagung di tingkat petani saat ini untuk pipil basah dengan Kadar Air (KA) 33% dapat mencapai Rp. 2.800, sehingga petani masih untung”, ucap Bupati Blora. “Saya berharap para perusahaan pabrik pakan (feed meal) yang hadir di sini ada yang tertarik untuk mendirikan pabrik pakan di sini, sehingga lebih mendekatkan antara produsen jagung dengan pabrik pakan yang dapat langsung menyerap jagung petani, sehingga lebih efisien”, tukasnya.

Mobile Corn Dryer, Solusi Pasca Panen Petani Jagung

Menurut Direktur Jenderal permasalahan jagung saat ini adalah di pasca panen, sebagai salah satu solusi yang menjadi pilihan terbaik dalam pengelolaan pasca panen jagung adalah penggunaan mesin pengering jagung yang bersifat mobile, utamanya di sentra produksi jagung yang relatif jauh dari pabrik pakan. Kementerian Pertanian bekerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia memperkenalkan penggunaan Mobile Corn Dryer (MCD), yaitu peralatan pengeringan jagung yang dapat dipindahkan secara mudah untuk didekatkan ke lokasi-lokasi panen jagung. Solusi ini diharapkan dapat memecahkan persoalan kadar air sehingga pertumbuhan jamur aflatoksin dapat dikendalikan, untuk memunculkan harapan “Bermanfaat untuk Korporasi Petani Jagung”.

I Ketut berharap, Mobile Corn Dryer yang merupakan hasil karya anak bangsa ini dapat menjadi sebuah potensi solusi dalam mengatasi masalah pasca panen jagung yang selama ini selalu di hadapi oleh petani saat menjual hasil produksinya bernilai minimum. “Kita berharap apabila petani makmur dan sejahtera, peternak pun akan menjadi lebih makmur dan sejahtera, untuk Indonesia yang lebih baik”, ucapnya.

Sementara itu, Eka Budiman PT. Charoen Phokphand Jawa Tengah menyampaikan, dalam acara ini pihaknya telah menyediakan dua Mobile Corn Dryer (MCD) untuk membantu petani mengeringkan jagungnya. Menurutnya, kelebihan penggunaan MCD ini adalah dapat meningkatkan waktu simpan setelah dikeringkan, melancarkan tata niaga, mendapatkan kualitas lebih baik dan pada akhirnya petani dapat menikmati harga yang lebih baik dari jagung berkadar air lebih rendah.

Ia katakan bahwa konsep Mobile Corn Dryer berawal di tahun 2018, seiring dengan upaya PT Charoen Pokphand Indonesia dalam upaya meningkatkan penyerapan jagung secara langsung dari Petani yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.

“Jika ada petani yang kesulitan menjual hasil panennya, dapat langsung menghubungi kami, kami akan bantu menyerapnya”, kata Eka. “Kami akan bantu menjembatani”, tandasnya.

Read more

Penandatangan MoU BBPTUHPT Baturraden dengan Polbangtan Yogyakarta – Magelang demi mencetak generasi muda beternak sukses

Baturraden, 1 Februari 2019 dilaksanakan penandatanganan MoU antara BBPTUHPT Baturraden dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang di ruang pertemuan BBPTUHPT Baturraden.

Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit,MSi dan Direktur Polbangtan Yogyakarta-Magelang Dr.Rajiman, SP menandatangani MoU untuk peningkatan dan pengembangan SDM bidang peternakan yang meliputi pendidikan, penelitian dan pelatihan.

Kesepakatan bersama ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mencetak SDM yang berkualitas dan berkompeten membangun kemajuan peternakan Indonesia. Dengan adanya di  BBPTUHPT Baturraden akan turutserta membimbing siswa Polbangtan seperti pelaksanaan dalam praktek kerja lapangan manajemen ternak sapi perah dan kambing perah.

#semangatmembangunnegeri
#KementerianPertanian #BBPTUHPTbaturraden #Ditjen_PKH

Read more

Purnatugas 3 orang ASN BBPTUHPT Baturraden per 1 Februari 2019

Tepat hari ini per 1 Februari 2019 Bapak Darsam, Sartun dan Slamet Sugi untuk purnatugas di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul & HPT Baturraden. Beliau semua yang telah banyak berjasa mengabdi dan membesarkan nama BBPTUHPT Baturraden selama lebih dari 30 tahun bekerja dengan tak kenal lelah demi menghasilkan bibit unggul untuk peternak.

Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong HMT Hutasoit,Msi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa- jasa beliau selama mengemban tugas dan sekaligus menyerahkan SK purnatugas kepada Bapak Darsam, Slamet Sugi dan Sartun. Sintong mengapresisasi atas segala jerih payah ketiga bapak ini. ” Tugas ke depan Balai ini penuh tantangan, sehingga semua ASN di BBPTUHPT Baturraden harus melaksanakan tugas dengan baik untuk kemajuan bersama” tegas Sintong dalam acara perpisahan ini. 

Semua kenangan terindah bersamanya akan selalu dikenang oleh rekan-rekan di Balai. Semoga selalu sehat untuk Bapak Darsam, Slamet Sugi dan Sartun serta keluarganya.

Read more