Kunjungan kerja monitoring Bantuan Ayam program #Bekerja di Brebes

Brebes, 22 Desember 2018 – Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ir. Sugiono, MP  dan Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh. Sintong Haposan MT Hutasoit, MSi melaksanakan kunjungan kerja  monitoring bantuan ayam di Kabupaten Brebes.

Dalam monitoring dilokasi RTM, ayam telah besar-besar dan masih cukup banyak. Sugiono sudah memberikan motivasi dan pesan kepada penerima bantuan ayam untuk menjaga dan memelihara sepenuh hati.  Ayam yang dikembangkan akan terus berkelanjutan untuk memberikan gizi keluarga. Dalam kunjungannya inipun Dinas Sosial juga ikut mendampingi dan kedepan akan memberikan pendampingan kepada RTM didesa-desa oleh petugas KUBE Dinas Sosial. KUBE merupakan program yang ada pada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha.  Adapun tujuan program KUBE untuk dapat meningkatkan kemampuan berusaha para anggota KUBE dan dapat meningkatkan pendapatan serta pengembangan usaha.  Adapun peraturan tentang KUBE ini dimuat dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2015 tentang Kelompok Usaha Bersama.

“Data penerima Bantuan (RTM) berasal dari Kemensos. Jadi kita tidak pilih kasih. Datanya terpadu loh. Kita bagikan kepada RTM bidang pertanian. Jadi kalau yang bukan orang pertanian ya tidak masuk. Karena itu tugas kita meningkatkan produksi ternak naah ini caranya,” papar Sugiono, “Ini kan manajemen pemeliharaan ayam, dilihat kasat mata, kan ternak butuhnya pakan, air, udara sinar matahari, nah itu harus dapat.  Bagaimana ngasih makannya, pengaturan kandangnya agar tidak berdesakan, orang saja kalau tinggal berdesakan pasti nggak nyaman. penempatan kandang agar dapat udara dan sinar matahari cukup. Kotoran juga harus sering dibersihkan,” tutur Sugiono.
Dia melanjutkan, program #Bekerja dari Kementerian Pertanian, bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian.. “Selain itu, mereka juga bisa dapat pendapatan dari penjualan ayam. Tapi setelah dijual, harus beli bibitnya lagi, jadi kandang jangan sampai kosong. Program ini akan berkelanjutan, di kabupaten Brebes tapi di kecamatan lain,” pungkas Sugiono.
Read more

Belgian Blue Baturraden siap menjadi kebanggaan Indonesia

BBPTUHPT Baturraden merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang saat ini diberikan mandat untuk mengembangkan sapi Belgian Blue bersama dengan 10 UPT lainnya di Kementerian Pertanian.

Pengembangan sapi Belgian Blue merupakan instruksi dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, sehingga pada tahun 2019 akan lahir Belgian Blue sebanyak 1.000 ekor dari hasil penerapan teknologi IB (Inseminasi Buatan) dan TE (Transfer Embrio).

Ada 7 (tujuh) ekor sapi dengan perototan besar, yaitu Belgian Blue, kini sudah bisa bisa kita jumpai di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden. Sapi Belgian Blue ini diharapkan dapat membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi daging sapi di Indonesia melalui peningkatan mutu genetik ternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita hari ini Selasa (18/11) saat melakukan kunjungan kerja ke BBPTUHPT Baturraden terkagum-kagum saat melihat perkembangan sapi Belgian Blue yang merupakan hasil dari TE.

Terdapat 3 pola warna pada sapi Belgian Blue ini, diantaranya adalah hitam (pie-black/pie-noire), semua putih dan roan (pie-blue).

Ia katakan bahwa selain digunakan sebagai upaya pemenuhan produksi daging, keberadaan Belgian Blue juga digunakan untuk disilangkan dengan sapi lokal untuk meningkatkan perototan sapi lokal.

Menurut I Ketut, beberapa penelitian menyebutkan, perototan yang sangat ekstrim pada sapi Belgian Blue disebabkan oleh mutasi pada gen myostatin, gen yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan otot pada sapi.

Mutasi inilah yang menyebabkan terjadinya muscular hypertrophy (MH) pada beberapa bangsa sapi.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari terjadinya mutasi ini adalah, perototan yang luar biasa sehingga jumlah karkas juga meningkat dan kandungan lemak pada daging yang rendah.

Ia menceritakan jika di Belgia, 95 persen sapi potong merupakan sapi Belgian Blue (DM-BB)  yang mampu menyumbang 65 persen dari total produksi daging dan 75 persen produksi daging merah.

Hal ini menurutnya adalah yang menginspirasi pemerintah kedepan untuk dapat menyebarkan Belgian blue ke peternak dalam bentuk semen beku maupun embrio.

“Saya sangat mengapresiasi atas capaian kinerja BBPTUHPT Baturraden, terutama dalam mengembangkan sapi Belgian Blue”, kata I Ketut Diarmita.

Beberapa bulan yang lalu UPT ini juga telah mampu mendistribusikan bantuan sapi indukan impor sebanyak 1.225 ekor kepada 80 kelompok peternak dan 2 UPTD yang berada di 35 Kabupaten di 5 Provinsi.

Provinsi tersebut meliputi: Kalimantan Barat, Jawa Tengah,Jawa Barat, Jawa Timur dan DI.Yogyakarta.

Selain untuk pengembangan ternak ruminansia kecil, BBPTUHPT Baturraden juga telah mendistribusikan pemberian bantuan kambing di beberapa wilayah Jawa dan luar Jawa dalam rangka peningkatan ternak potong lokal.

I Ketut Diarmita juga mengapresiasi pencapaian kinerja BBPTUHPT Baturraden dalam mensukseskan program Kementerian Pertanian, yakni dalam pendistribusian bantuan ayam, pakan, dan paket obat-obatan dalam program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#Bekerja) di Kabupaten Brebes kepada 28.460 RTM yang telah tercapai 100 persen. (sumber:tabloidsinartani)

Read more