Baturraden, BBPTUHPT Baturraden menyelenggarakan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pakar peternakan sebagai pendamping UPT BBPTUHPT Baturraden.  Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka peningkatan kinerja Balai pembibitan ternak unggul BBPTUHPT Baturraden pada tanggal 18-19 Juli 2019 di Ruang Rapat Balai. Kegiatan pada hari I (pertama)  dilakukan dengan kunjungan dan pemantauan lapangan ke farm kambing perah dan sapi perah di Limpakuwus, farm sapi perah Tegalsari, dan farm rearing unit Manggala, Cilongok.

Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh.Sintong Haposan MT Hutasoit,MSi membuka acara secara resmi dan sekaligus sambutan atas kehadiran Tim Pakar Pendamping Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dan peserta FGD. Tim pakar yang hadir dalam FGD ini Dr. Muhammad Imron,SPT, MSi, Prof.Dr. Drh.Bambang Sumiarto,SU,MSc , Dr. Ir. Denie Heriyadi,SU, Sutaryono,SST dan Drh. Deddy Fachrudin.

Para peserta FGD pejabat struktural, koordinator farm dan juga beberapa dari perwakilan pejabat fungsional wastukan, Wasbitnak, Medik Veteriner, dan Paramedik Veteriner. Para pakar memberikan masukan dan saran pertimbangan dari hasil pemantauan dan pengamatan di seluruh Farm Balai ini. Secara garis besar dari Aspek Kesehatan Hewan yakni program manajemen kesehatan hewan perlu memperhatikan program kesehatan serta program pengendalian dan penanggulangan penyakit pada ternak, pencegahan penyakit reproduksi agar lebih memperhatikan pada penyakit leptospira berdampak pada kejadian keguguran. Aspek lainnya aspek perbibitan dan aspek pakan yakni :

  1. BBPTUHPT Baturraden mempunyai tugas dan fungsi untuk memproduksi Bibit Ternak. Produksi susu digunakan untuk mengukur mutu bibit yang dihasilkan.
  2. Penanganan cempe harus dilakukan perubahan manajemen pemeliharaan, yaitu dengan penyapihan/pemisahan dari induk dilakukan setelah 3 bulan.
  3. Untuk menghindari potbelly pada cempe, mulai lahir sampai minggu ke 3 cukup diberikan ASI, kemudian setelah umur 3 minggu diberikan ASI dan dilatih pemberian konsentrat. Setelah  minggu ke 7 diberikan ASI, konsentrat dan dilatih pakan hijauan.

Dari masukan dan saran tersebut dituangkan sebagai rumusan hasil pertemuan FGD untuk acuan seluruh jajaran lingkup Balai dalam meningkatkan kinerja perbibitan dan produksinya. Dan yang tak kalah penting akan meningkatkan Biosecurity Balai karena BBPTUHPT Baturraden telah ditetapkan sebagai wilayah Kompartemen Bebas Brucellossis oleh Menteri Pertanian.

Galeri Kegiatan Lapang Pakar Pendamping Ditjen Peternakan dan Keswan: