Inisiasi Pembuatan Bank Pakan Upaya Bbptuhpt Baturraden Untuk Membentuk Ketahanan Pakan Di Peternak

Oleh : Nofaliya Widiyasari
Pengawas Mutu Pakan Terampil di BBPTUHPT Baturraden


Pakan merupakan bagian terpenting dalam usaha peternakan, selain untuk pemenuhan hidup pokok ternak dan berproduksi (menghasilkan produk susu, daging, anak), pakan juga berperan untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak dapat tumbuh sesuai yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus tercukupi baik jumlah maupun kandungan gizinya.

Ketersediaan pakan yang cukup sepanjang tahun dengan harga terjangkau diharapkan dapat mendukung pencapaian efisiensi dan efektivitas, karena biaya penyediaan pakan merupakan komponen terbesar dari total pembiayaan dalam satu usaha peternakan. Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden sebagai unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian yang menangani hijauan pakan ternak menyadari benar bahwa penyediaan pakan ini merupakan masalah yang krusial dalam industri peternakan, utamanya peternakan rakyat yang dalam penyediaan pakan ternaknya hanya bergantung pada ketersediaan pakan yang ada disekitarnya. Kendala yang dihadapi peternak dalam upaya penyediaan pakan adalah hijauan pakan melimpah di saat musim panen dan kekurangan di musim yang lain. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai salah satu alternatif sumber hijauan merupakan salah langkah yang dapat ditempuh. Hal ini didasarkan pada potensi yang dimiliki, yakni produksinya yang sangat besar setiap tahun dan pemanfaatan yang masih kurang. Berdasarkan hal tersebut maka BBPTUHPT Baturraden rutin mengadakan kegiatan Inisiasi bank pakan.

Tumpukan jerami padi yang berlimpah saat musim panen sangat potensial untuk diolah menjadi pakan awetan dalam kegiatan bank pakan
Bank pakan merupakan upaya untuk mengumpulkan dan menyimpan sumber pakan ternak disaat kondisi berlimpah (saat musim penghujan/panen), dengan tujuan pakan yang tersimpan tersebut dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau, atau saat pakan hijauan sulit didapatkan. Seperti halnya lumbung padi, dengan adanya bank pakan ini diharapkan dapat peternak dapat memenuhi kebutuhan pakan ternaknya secara kontinyu baik kualitas maupun kuantitasnya.
Manfaat lain yang didapatkan dari adanya bank pakan ini adalah efisiensi waktu dan tenaga, dibandingkan dengan penyediaan pakan dengan sistem “ngarit”,  jelas bank pakan ini lebih menghemat waktu, karena peternak tidak perlu lagi jauh-jauh mencari rumput, cukup dengan mengambil di gudang penyimpanan pakan yang telah tersedia.
Pakan yang dapat disimpan dalam bank pakan biasanya merupakan pakan awetan, atau pakan hijauan maupun limbah pertanian yang telah diproses/difermentasi menjadi pakan awetan terlebih dahulu, contohnya silase, fermentasi jerami, dan hay. Pakan awetan ini mempunyai daya simpan yang lebih lama dibandingkan dengan pakan segar, selain itu pakan yang telah diolah menjadi silase, hay, ataupun fermentasi jerami ini memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik daripada pakan segar. Dengan demikian selain menjadi solusi untuk ketersediaan pakan sepanjang tahun, bank pakan ini juga menjadi solusi untuk menyediakan pakan ternak yang bergizi/berkualitas tinggi.

Program Inisiasi Bank Pakan yang dicanangkan oleh BBPTUHPT Baturraden ini dimulai pada tahun 2017. Ir. Sugiono selaku kepala balai yang menjabat saat itu mengemukakan, sebagai negara agraris Indonesia memiliki banyak lahan sawah yang menghasilkan limbah berupa jerami. Ditengah terbatasnya lahan untuk menanam hijauan pakan ternak, pemanfaatan jerami perlu dioptimalkan. Kabupaten penerima kegiatan inisiasi pembuatan bank pakan pada saat itu meliputi Kabupaten Purbalingga, Rembang, Blora, Pati, Jepara, Grobogan, Wonogiri, Brebes, Sleman, Cirebon dan Kabupaten Pasuruan.

Tahun 2018 dan 2019, Kepala BBPTUHPT Baturraden Drh. Sintong HMT Hutasoit, M.Si melanjutkan kegiatan bank pakan tersebut dan bahkan memperluas wilayah kabupaten penerima kegiatan bank pakan ini.

Data daerah penerima inisiasi pembuatan bank pakan tahun 2019 ini meliputi Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan program bank pakan ini diantaranya Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Semarang, Brebes, Rembang, Blora, dan Pati, sedangkan untuk provisni Jawa Timur meliputi Kabupaten Tulungagung, Nganjuk, Mojokerto, dan Blitar. Provinsi jawa barat kegiatan bank pakan tahun ini tersebar di dua kabupaten yaitu Kabupaten Cirebon dan Bandung Barat, pun dengan Daerah Istimewa Yogyakarta pelaksanaan kegiatan inisiasi bank pakan juga hanya ada di dua kabupaten yaitu di Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo. BBPTUHPT Baturraden pada tahun 2019 selain melaksanakan kegiatan inisiasi bank pakan, juga melakukan kegiatan monitoring bank pakan ke kelompok penerima manfaat kegiatan bank pakan pada tahun sebelumnya. Kelompok tani ternak Wira Sejati yang beralamat di Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kelompok yang menerima manfaat kegiatan bank pakan pada tahun 2018 dan sampai saat ini kelompok tersebut masih melanjutkan pembuatan fermentasi jerami untuk disimpan dalam bank pakan. Menurut ketua kelompok tani ternak “wira sejati”, “bank pakan ini sangat membantu, utamanya dalam penyediaan pakan ternak baik secara jumlah maupun kualitasnya”. Seperti contohnya saat musim kemarau peternak tidak perlu kuatir kekurangan pakan ternak, maupun saat hujan dan peternak tidak bisa mencari rumput maka pakan ternak cukup diambilkan dari gudang bank pakan yang telah tersedia. Kelompok ternak berharap BBPTUHPT Baturraden dapat senantiasa mendampingi peternak dalam inovasi-inovasi pengelolaan pakan ternak peternak rakyat agar ketahanan pakan ternak peternak kita dapat terwujud.

Tumpukan fermentasi jerami di kelompok tani ternak wira sejati masih melaksanakan kegiatan bank pakan sampai saat ini Tahun 2018.

Kegiatan inisiasi bank pakan yang difasilitasi oleh BBPTUHPT Baturraden juga dilaksanakan di beberapa wilayah diantaranya Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Jepara, dan Pati untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah. Provinsi Jawa Barat dilaksanakan di Kabupaten Kuningan dan Cirebon, sedangkan untuk wilayah Jawa Timur dan DIY dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan, Tuban, Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.

Kegiatan inisiasi bank pakan yang dilakukan oleh BBPTUHPT Baturraden ini dimulai dari berkoordinasi dengan dinas pertanian atau peternakan setempat terkait kegiatan inisiasi bank pakan, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktek pembuatan fermentasi jerami, serta pemberian bantuan berupa prebiotik, pupuk urea, dan sejumlah uang untuk penggantian pembelian/pengadaan jerami untuk pembuatan fermentasi jerami sebanyak 10 ton jerami di kelompok2 ternak yang telah ditunjuk. Selain pemberian bantuan berupa prebiotik, dan urea BBPTUHPT Baturraden dalam kegiatan inisiasi bank pakan ini juga memberikan bantuan berupa bibit hijauan pakan ternak yaitu bibit tanaman indigofera. Pemberian bantuan bibit tanaman indigofera ini diharapkan juga bisa membantu peternak dalam menyediakan pakan hijauan yang berkualitas dan mencukupi dari sisi jumlahnya.

 

 

 

 

Gambar . Pemberian bantuan prebiotik dan bibit tanaman pakan indigofera dalam rangka kegiatan inisiasi bank pakan.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0