BBPTUHPT Baturraden Sertifikasikan Benih Indigofera

Baturraden, BBPTUHPT Baturraden memiliki tugas pembibitan ternak sapi perah dan kambing perah. Pemeliharaan bibit ternak perlu  diberikan hijauan pakan ternak yang  baik dan berkualitas. Salah satunya  hijauan pakan ternak yang ada di BBPTUHPT Baturraden yakni budidaya tanaman Indigofera yang merupakan hijauan pakan ternak yang sudah banyak dibudidayakan oleh peternak Indonesia.

Saat ini  Tim Penilai dari Direktorat Pakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan terjun ke lapangaan untuk melakukan penilaian teknis pada tanggal   18 s.d 20 Juni 2020 di kebun Koleksi Indigofera Farm Rearing Manggala.

Kepala BBPTUHPT Baturraden drh Sintong HMT Hutasoit,M.Si berkomitmen melakukan sertifikasi Indigofera sebagai unggulan hijauan pakan ternak sehingga nantinya dapat diproduksi lebih maksimal dan dapat didistribusikan atau diedar kepada masyarakat. “Indigofera perlu dilakukan sertifikasi sesuai peraturan menteri pertanian yang berlaku , agar legal dan dapat menjadi komoditas  benih indigofera” ungkap Kepala Balai.

 

 

 

 

Direktur Pakan Drh. Makmun,MSc. memberikan dukungan besar dalam kegiatan sertifikasi ini, agar produksi dan distribusi benih indigofera BBPTUHPT Baturraden disebarkan secara nasional dan merupakan benih unggul yang dapat meningkatkan kinerja Balai ini. Dalam kunjungannya Makmun menyampaikan ” kami memberikan dukungan sertifikasi bibit Indigofera dan pembinaan serta motivasi bagi kinerja BBPTUHPT Baturraden.(20/06)

” Dengan sertifikasi ini, BBPTUHPT Baturraden menjadi sumber benih Indigofera nasional dan memiliki ijin produksi dan dapat mendistribusikannya agar memenuhi kecukupan hijauan pakan di masyarakat dengan hijauan pakan ternak berkualitas.” tegas Makmun.

Direktur pakan juga mengunjungi kebun koleksi HPT di farm Tegalsari, ke Unit Pengolahan Silase terbesar yg dimiliki Balai dan kambing perah di Farm Kambing Perah Limpakuwus.

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Read more

Menteri Pertanian menyerahkan bantuan bibit, dan sarana prasarana produksi di Kabupaten Cilacap

Cilacap – Sabtu, 13 Juni 2020. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,  meninjau langsung kegiatan panen padi dan kegiatan percepatan tanam Kabupaten Cilacap.  Menteri Pertanian menyerahkan bantuan bibit, benih dan sarana prasarana produksi pertanian untuk meningkatkan komoditas pertanian di Kabupaten Cilacap. “Yang pasti, saya ingin Kabupaten Cilacap menjadi contoh produksi pertanian berkualitas, saya ingin luas lahan yang ada dimanfaatkan secara baik,” ujar Mentan, Sabtu siang.

Dalam kunjungan Menteri Pertanian ini bersama Dirjen beserta Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul & HPT Baturraden,  BBVet Wates, Kepala Stasiun Karantina Cilacap, dan dihadiri juga oleh Bupati Cilacap, Wakil Bupati, Ketua DPRD , anggota DPR komisi dan forkompinda kab. Cilacap,

Mentan mengatakan, Kabupaten Cilacap meruakan daerah subur dengan potensi pertanian yang luar biasa. Cilacap juga merupakan tempat strategis untuk dijadikan konsentrasi pertanian karena memiliki hamparan tanah yang luas dan belum diolah secara maksimal. “Oleh karena itu, sekali lagi saya ingin Kabupaten Cilacap menjadi contoh bagi Kabupaten lain baik di Jawa Tengah maupun di pulau lainny,” katanya.

Untuk merealisasikan target tersebut, Syahrul mengatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki sistem produksi dan distribusi dari hulu hingga dari hilir. Kemudian memperbaiki pemberian pupuk, bibit hingga pemanfaatan mekanisasi berupa penggilingan siap pakai.

“Saya optimistis Kabupaten Cilacap mampu menghadapi semua tantangan yang ada, termasuk wabah Covid 19. Kalau Cilacap sudah bagus, pasti satu Jawa Tengah juga ikut bagus,” katanya.

“Bantuan ini adalah bentuk dukungan kami kepada Kabupaten Cilacap untuk meningkatkan produksi pertanian agar menjadi andalan pemenuhan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan terimakasih atas dukungan Kementerian Pertanian dalam mendorong Kabupaten Cilacap sebagai lumbung pangan berkualitas. Dia berharap bantuan tersebut mampu mendongkrak daya gedor petani untuk meningkatkan produksi pertanian yang jauh lebih besar lagi.

Kehadiran Mentan, kata Totto, membantu meningkatkan kepercayaan diri para petani di tengah adanya wabah pandemi. Mentan meyakinkan bahwa pertanian adalah satu-satunya sektor yang berhasil bertahan dari ancaman krisis apapun.

“Dengan hadirnya pak Mentan, petani cilacap semakin semangat untuk mengantisipasi kelangkaang pangan. Apalagi Cilacap merupakan salah satu Kabupaten terluas di Indonesia. Untuk itu, kita tidak akan membiarkan petani berjuang sendirian. Bersama Kementan, TNI dan Polri, semua bergerak untuk memajukan pertanian di Kabupaten Cilacap,” tutupnya.

sumber : http://pertanian.go.id

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Read more

Kementan Ajak Masyarakat Berperan Dalam Keamanan Pangan Asal Hewan

Jakarta – Menyambut perayaan Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day) ke-2 yang jatuh pada tanggal 7 Juni 2020, pemerintah mengajak semua pihak termasuk masyarakat luas untuk berkontribusi dan mengambil sikap dalam menjamin ketersediaan pangan yang aman, sehat dan bergizi.

“Saat ini kita sedang dihadapkan pada upaya pemulihan pasca pandemik Covid-19, dan potensi kerawanan ketersediaan pangan yang sangat mungkin terjadi, seiring dengan kondisi yang menekan penurunan produktivitas usaha penyediaan pangan. Oleh karena itu kami mengajak agar semua pihak dapat ikut bertindak, karena urusan pangan adalah urusan semua orang, dan semua bisa berkontribusi,” ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI I Ketut Diarmita di kantornya (5/6).

Ketut menjelaskan bahwa Pangan segar, khususnya pangan segar asal hewan memiliki nilai dan kualitas yang tinggi bagi kemaslahatan manusia, karena mengandung protein hewani yang merupakan asam amino essensial yang tidak dapat diganti dengan protein nabati atau protein essensial sintetis lainnya, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan serta berperan mencerdaskan kehidupan bangsa. Akan tetapi, disisi lain pangan segar asal hewan memiliki karakteristik mudah rusak (perishable food) dan berpotensi membahayakan (potentially hazardous). Untuk itu, Undang-Undang mengatur aspek mulai dari pengawasan, pemeriksaan, pengujian, standardisasi, sertifikasi dan registrasi terhadap produk dan unit usaha, sejak produk pangan asal hewan diproduksi di kandang sampai dengan siap dikonsumsi di meja makan. Selain itu juga untuk memastikan produk pangan asal hewan memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan Halal* (*bagi yang dipersyaratkan).

 

Dalam kesempatan ini Ketut juga menghimbau agar masyarakat bisa lebih cerdas dan bijak dalam memilih pangan asal hewan, tidak tergiur dengan produk yang murah dan membeli ditempat-tempat resmi dan terdaftar sesuai dengan aturan yang ditetapkan, serta tidak mudah percaya dan meyakini informasi yang belum jelas kebenarannya (hoax) terkait pangan asal hewan.

Ditempat terpisah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa “Pemerintah berperan memastikan pangan yang aman dan berkualitas bagi rakyatnya, petani dan peternak memastikan penerapan cara bertani/beternak yang baik, pelaku usaha pengolahan pangan menjamin pangan diproses secara aman, dan masyarakat konsumen memastikan terpenuhi hak-nya dalam memperoleh pangan yang aman, sehat dan bergizi, dengan perannya dalam memilih, menangani dan mengolah pangan dengan cerdas dan benar”, ungkapnya.

sumber : ditjenpkh.pertanian.go.id

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Read more

Mentan Ajak Petani Subang Manfaatkan Alsintan dan KUR

SUBANG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani di Kabupaten Subang untuk memanfaatkan KUR dan memaksimalkan penggunaan alsintan. Ajakan itu disampaikan dalam kunjungannya di Subang, Jawa Barat, Sabtu (06/06/2020). Sebelumnya, Mentan singgah di Karawang.

Mentan tiba di Subang bersama Panglima Kodam III Siliwangi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, dan sejumlah pejabat eselon 1 Kementan, juga perwakilan BNI dan BRI.

“Subang harus memanfaatkan KUR. Angka yang ada masih bisa ditambah, ada kawan-kawan dari BRI dan BNI yang bisa membantu. Jangan takut, sebab dari lahan 1 hektare lahan yang panen, kita bisa mendapat Rp 30 juta. Karena satu hektare lahan bisa hasilkan padi 8 ton. Oleh karena itu tidak ada yang tidak di tanam,” tuturnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menegaskan jika tidak ada alasan untuk tidak melakukan tanam.

“Pertanian itu sifatnya sustainable. Kalau tidak ada yang beli, bisa disimpan dulu. Karena bisa kita jual nanti atau untuk konsumsi sendiri. Yang penting simpan yang benar. Jadi tidak alasan tidak tanam. Kita punya alsintan, ada traktor roda 4, manfaatkan. Irigasi di Subang juga sudah bagus, tapi harus diperlebar lagi agar produktivitas meningkat,” katanya.

Menurutnya, pertanian harus digenjot untuk menghadapi tantangan yang ada di depan mata. Yaitu penyebaran Covid-19, dan ancaman kekeringan yang bisa berdampak pada terjadinya krisis pangan.

Menurutnya, Covid-19 telah membuat seluruh dunia tercengang. Kalau Perang Dunia 1 dan 2 bisa mematikan jutaan orang pakai pesawat dan lainnya, tapi Covid-19 ini tidak ada ukurannya. Kita susah melawannya dan tidak terlihat. Suka atau tidak kita berhadapan dengan Covid-19. Tidak ada jalan lain, harus siap buat bertahan dan menyerang.

“Bagaimana melawannya, pertama bisa dengan medical solution. Ikuti protokol pencegahan. Covid-19 bisa selesai, tapi dampaknya tidak bisa segera. Kondisi ini berkaitan ekonomi, distribusi, pasar lesu dan lainnya. Solusinya ada di pertanian. Tidak ada yang rugi di pertanian. Kita buka mata ada tanah yang bisa ditanami, sudah ada solusinya. Tidak boleh ada tanah yang menganggur,” katanya.

Dijelaskannya, pertanian menghasilkan pangan. Dan pangan ini dibutuhkan untuk membantu membentuk imunitas yang dibutuhkan badan untuk melawan Covid-19.

Mentan SYL mengatakan, untuk meningkatkan pertanian, dibutuhkan lahan yang bagus, bibit yang tepat, dan budidaya pelaksanaannya harus benar. 

“Kita berkejaran dengan hujan. Tapi ada tantangan lain yaitu musim kekeringan sesuai prediksi FAO. Oleh karena itu, manfaatkan hujan tersedia. Tidak boleh ada lahan yang tidak ditanami. Pertanian bukan barang baru. Yang harus dijaga adalah semangat pertaniannya. Kalau pertanian tetap tumbuh, kita akan mampu bertahan,” katanya.

Dalam kunjungannya, Mentan SYL juga memberikan bantuan alsintan berupa traktor roda 4 yang diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Sumbersari, Desa Bojong Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya, sedangkan Traktor Roda Dua diterima simbolis Kelompok Tani Palawa Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Patok Beusi, dan penerima simbolis bantuan Pompa Air adalah Kelompok Tani Kedokan, Desa Kotasari, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupatan Subang.

Sedangkan penyerahan simbolis klaim AUTP periode Februari – Maret 2020 untuk Kabupaten Subang sebesar Rp 2.198.000.000. 

Dilakukan juga penyerahan KUR Pertanian Subang dari BNI. Bantuan ini diterima simbolis oleh Rustam (komoditas padi) dengan numlah Rp 100.000.000, dan Nuryati Binti Kosim (komoditas padi) Rp 250.000.000. 

Sementara KUR Pertanian dari BRI diterima secara simbolis oleh Sutanto (komoditas padi) RP 50.000.000, Mukhtar Hasyim (komoditas padi) Rp 250.000.000, Sukewi (komoditas padi) Rp 100 juta, Sukaesih Komalasari (komoditas padi) Rp 100 juta.

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan yang turut mendampingi kunjungan Mentan di Subang, minat petani Subang terhadap KUR sangat tinggi. Data terbaru hingga 4 Juni, realisasi KUR Subang mencapai 100%.

“Realisasi penyaluran KUR Sektor Pertanian Provinsi Jabar ber tanggal 4 Juni 2020, untuk Kabupaten Subang mencapai lebih dari target 100% . Sangat luar biasa, dari target Rp 113.247.566.200, telah di realisasikan untuk sektor pangan , perkebunan, hortikultura, peternakan, mixed farming dan jasa pertanian perkebunan peternakan senilai Rp 118.272.566.200,” tutur Sarwo Edhy.

sumber : https://www.pertanian.go.id/

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Read more