Dukung Usaha Peternakan Kambing Perah, BBPTUHPT Baturraden Mengadakan Pertemuan Pengembangan Usaha Peternakan Kambing

Selain sapi perah, kambing perah saat ini juga mempunyai prospek sumber protein dengan nilai ekonomis yang tinggi dan berpotensi sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat.  Dengan modal awal yang jauh lebih sedikit daripada beternak sapi, kambing perah cepat mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Untuk menggali potensi kambing perah yang belum optimal, pada tanggal 24 – 25 Oktober 2017 di hotel Green Valey diadakan Pertemuan Pengembangan Usaha Peternakan Kambing yang dihadiri perwakilan dari Perguruan Tinggi, Pengurus HPDKI, Litbang, wakil dari Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Banyumas, Balitnak, HPDKI, Kelompok Ternak Kali Gesing, Kelompok Ternak “Pegumas”, Struktural dan Fungsional khusus di BBPTUHPT Baturraden. Pertemuan ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi, dan langkah untuk meningkatkan usaha peternakan kambing perah yang saat ini sudah mulai menggeliat serta menggali permasalahan yang dihadapi oleh peternak kambing perah.

Untuk mengembangkan potensi kambing perah dukungan BBPTUHPT Baturraden adalah dengan menyediakan bibit ternak kambing perah  dengan kualitas unggul. Untuk itu diperlukan kerja sama yang sinergi dari berbagai pihak sehingga kualitas bibit terjaga dengan adanya penetapan galur, rumpun dan wilayah sumber bibit. Sehingga penyediaan bibit kualitas unggul dengan harga terjangkau bisa segera di realisasikan. Sedangkan untuk meningkatkan percepatan populasi diterapkan teknologi Inseminasi buatan atau IB.

Permasalahan di lapangan yang dihadapi saat ini untuk pengembangan kambing perah diantaranya adalah ketersediaan bibit yang masih terbatas dan belum merata jumlahnya, kualitas SDM yang masih rendah, pasar susu kambing yang tidak sebesar susu sapi, kualitas susu kambing yang tidak terstandar, dan persaingan bebas yang tidak bisa dihindari. Sehingga perlu dibentuk cluster percontohan dengan sistem industri yang berbasis efisiensi dan daya saing dimana masyarakat peternak dilibatkan dalam kegiatannya sehingga bisa merasakan nilai tambah dari beternak kambing perah.

Dan untuk meningkatkan semangat dalam berternak kambing perah  perlu dirangsang dengan kegiatan seperti kontes ternak dan pembentukan satgas khusus yang menangani pengembangan kambing perah. Dan dalam kegiatan di atas tidak terlepas dari peran HPDKI (Asosiasi Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia). Asosiasi ini secara konsisten memberikan perhatian dan pendampingan secara langsung ke masyarakat peternak kambing. (Ika-Red)

Post a comment