BBPTUHPT Baturraden Tampil Meyakinkan Tembus Penilaian BLU di Kementerian Keuangan

Jumat, 05 June 2026

JAKARTA, 5 Juni 2026 - Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden bersiap mencetak sejarah baru dalam tata kelola peternakan nasional. Hari ini, komitmen transformasi tersebut dipaparkan secara gemilang dalam Rapat Penilaian Usulan Penetapan PPK-BLU di Gedung Prijadi Praptosuhardjo I, Kementerian Keuangan.

Menunjukkan keseriusan penuh dari Kementerian Pertanian, delegasi BBPTUHPT Baturraden dipimpin langsung oleh Kepala Balai, Ir. Dani Kusworo, dan dikawal khusus dengan kehadiran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), drh. Agung Suganda, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak.

Di hadapan tim penilai dari Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU Kemenkeu, Ir. Dani Kusworo membedah rekam jejak BBPTUHPT Baturraden 5 tahun terakhir dan juga cetak biru (blueprint) 5 tahun ke depan yang akan mengubah wajah balai dari institusi birokrasi tradisional menjadi entitas layanan publik yang lebih baik, modern, lincah, serta mandiri secara finansial.

"Status BLU bukan sekadar ganti pelat nama, ini adalah mesin akselerasi. Dengan fleksibilitas tata kelola keuangan, kami bisa langsung merespons tingginya kebutuhan peternak akan bibit sapi perah dan hijauan pakan unggul serta susu segar dan olahan tanpa terbelenggu birokrasi yang kaku. Kami siap berlari lebih cepat," tegas Ir. Dani Kusworo, Kepala BBPTUHPT Baturraden.

Dukungan penuh juga ditegaskan oleh Dirjen PKH. Kehadiran beliau menjadi sinyal kuat bahwa transformasi BBPTUHPT Baturraden merupakan agenda prioritas nasional. "Saat ini juga BBPTUHPT Baturraden sebagai Center of Excellence Organic dengan bekerja sama dengan Denmark. Petugas Baturraden dikirimkan ke Denmark untuk belajar peternakan sapi perah organik," ujar Agung Suganda.

Hal ini semakin memperkuat BBPTUHPT Baturraden dalam pengembangan peternakan sapi perah berbasis organik. Peningkatan kualitas layanan ini memberikan kepastian layanan prima yang lebih cepat dan transparan bagi seluruh stakeholder peternakan di Indonesia.