Kementan Kawal Investasi 250 Sapi Perah untuk Dongkrak Produksi Susu

Sabtu, 28 February 2026

Baturraden — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memastikan pengelolaan sapi perah impor milik investor di Farm Manggala berjalan sesuai standar. Kepastian tersebut ditegaskan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan pada Kamis (26/2/2026).

Monitoring ini dilakukan oleh Tim Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak bersama Kepala BBPTU-HPT Baturraden dengan fokus pada kesesuaian manajemen pemeliharaan dengan standar kesejahteraan hewan, kesehatan hewan, serta penerapan biosekuriti. Langkah ini penting untuk menjamin ternak impor benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan populasi dan produksi susu nasional.

Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, menjelaskan bahwa kerja sama dengan PT Suri telah menghasilkan kedatangan sekitar 250 ekor sapi perah impor dari Australia. Investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat populasi sekaligus meningkatkan produksi susu dalam negeri.

“Melalui kerja sama BBPTU-HPT Baturraden dengan PT Suri, telah datang kurang lebih 250 ekor sapi perah impor dari Australia. Penambahan ini bertujuan meningkatkan populasi dan produksi susu, yang nantinya juga akan mendukung suplai untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program prioritas Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Dani.

Dari hasil peninjauan lapangan, tim Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak memastikan kondisi ternak dalam keadaan sehat dan bunting. Meskipun demikian, verifikasi lanjutan tetap akan dilakukan untuk memastikan akurasi status kebuntingan. 

Aspek biosekuriti dan kesehatan hewan menjadi perhatian utama dalam pengelolaan ternak impor. Salah satunya termasuk pengaturan alur masuk dan keluar ternak agar kondisi sapi tetap terjaga dan tidak berdampak pada ternak lainnya.

Sementara itu, PT Suri selaku pengelola investasi sapi perah, melalui perwakilannya, Nova, menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan pengawalan dari pemerintah selama proses investasi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah berjalan lancar hingga saat ini. Kami berharap kolaborasi antara PT Suri dan BBPTU-HPT Baturraden dapat terus berjalan dengan baik ke depan,” ujarnya.

Monitoring dan evaluasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaga mutu genetik ternak impor serta memastikan investasi di sektor sapi perah benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan produksi susu nasional. Dengan pengawasan yang konsisten dan kolaborasi pemerintah–investor, diharapkan kebutuhan susu dalam negeri dapat semakin terpenuhi dan ketahanan pangan berbasis produk peternakan semakin kuat.